Kesehatan THT

Published on October 1st, 2016 | by khaeruddin

0

OMSK dengan Komplikasi

Otitis media supuratif kronik dengan komplikasi adalah radang kronik telinga tengah disertai perforasi membran timpani dan secret liang telinga yang berlangsung lebih dari 2 bulan, baik hilang timbul maupun terus menerus dengan disertai penyakit lain yang timbul akibat penyebaran langsung maupun tidak langsung infeksi di telinga tengah. Komplikasi ini dapat terjadi pada OMSK tipe aman maupun bahaya.

Kuman penyebab

Kuman penyebab yang dapat ditemukan pada OMSK adalah kuman gram positif dan negatif, serta kuman aerob dan anaerob. Kuman penyebab tersering adalah Pseudomonas aeruginosa.

Gejala dan tanda klinis

Gejala klinis:

  • Sekret liang telinga (otore) hilang timbul atau terus menerus, jernih atau purulen, berbau.
  • Nyeri telinga (otalgia).
  • Gangguan pendengaran.
  • Tinitus
  • Pusing berputar (vertigo).
  • Muka mencong.
  • Penurunan kesadaran.
  • Kejang
  • Demam tinggi.
  • Mual disertai muntah yang menyemprot.

Tanda klinis:

  • Sekret mukopurulen di liang telinga atau telinga tengah.
  • Perforasi membran timpani (sentral, dengan ukuran kecil, sub total atau total, perforasi marginal dan atik).
  • Jaringan granulasi telinga tengah.
  • Kolesteatoma telinga tengah.
  • Fistula atau sikatrik retroaurikula.
  • Abses retroaurikula.
  • Edema papiloptikus.
  • Penurunan kesadaran.

Pemeriksaan klinis

Pemeriksaan fisik:

  • Otoskopi / otomikroskopi / otoendoskopi.

Pemeriksaan penunjang

  • Pemeriksaan mikrobiologi secret liang telinga.
  • Pemeriksaan radiologi CT scan otak dan high resolution temporal atau MRI kepala.
  • Pemeriksaan fungsi pendengaran:
  • Pemeriksaan penala.
  • Audiometri nada murni.
  • Audiometri tutur.
  • Bera
  • Pemeriksaan fungsi tuba Eustachius.
  • Pemeriksaan fungsi keseimbangan.
  • Pemeriksaan fungsi saraf fasialis.
  • Paper patch test.

Tatalaksana

Medika mentosa:

  1. Menghindari aktivitas air.
  2. Cuci liang telinga:
    1. NaCl 0,9%.
    2. Asam asetat 2%.
    3. Peroksida 3%.
  3. Antibiotika:
    1. Topikal: Ofloksasin.
    2. Sistemik:
      1. Ampisilin: 200-400 mg/Kg BB/hari, terbagi 4 dosis, IV.
      2. Kloramfenikol: 75-100 mg/Kg BB/hari, terbagi 4 dosis, IV.
  • Metronidazol: 3 X 500 mg (dewasa), 3 X 250 mg (anak).
  1. Tatalaksana multidisiplin:
    1. Ilmu penyakit saraf (neurologi).
    2. Ilmu bedah saraf.
    3. Ilmu penyakit dalam atau

Bedah:

  1. Timpanoplasti dinding runtuh.
  2. Radikal mastoidektomi.
  3. Radikal mastoidektomi dengan modifikasi.

 

Komplikasi

 

Intra temporal:

  1. Tuli konduktif, sensorineural, atau campur.
  2. labirintitis
  3. Paresis saraf fasialis.
  4. petrositis

Ekstra temporal:

  1. Abses subperiosteal.
  2. Abses Bezold.
  3. Trombosis sinus lateral atau sinus sigmoid.
  4. Menngitis
  5. serebritis
  6. Abses epidura.
  7. Abses subdura.
  8. Abses serebrum.
  9. Abses Serebellum

Tags: ,


About the Author



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑

UA-88795366-1