Kesehatan THT

Published on October 1st, 2016 | by khaeruddin

0

Polip Hidung

Polip nasi atau polip hidung adalah kelainan selaput permukaan hidung berupa massa lunak yang bertangkai, berbentuk bulat atau lonjong, berwarna putih keabu-abuan dengan permukaan licin dan agak bening karena mengandung banyak cairan.

Kelainan pada hidung biasanya timbul karena manifestasi dari penyakit yang lain dan tidak berdiri sendiri, penyakit ini sering dihubungkan dengan astma, rhinitis alergika, dan sinusitis, di luar negeri sendiri penyakit ini sering dihubungkan dengan seringnya penggunaan aspirin.

Etiologi Dan Patogenesis
Etiologi pasti hingga sekarang belum diketahui, tetapi terdapat 3 faktor penting yang berperan di dalam terjadinya polip, yaitu

  1. Peradangan lama dan berulang pada selaput permukaan hidung dan sinus
  2. Gangguan keseimbangan Vasomotor
  3. Peningkatan tekanan cairan antar ruang sel dan bengkak selaput permukaan hidung

Fenomena bernouli menyatakan bahwa udara yang mengalir melalui celah yang sempit akan mengakibatkan tekanan negatif pada daerah sekitarnya, sehingga jaringan yang lemah akan terhisap oleh tekanan negatif ini sehingga menyebabkan polip, fenomena ini dapat menjelaskan mengapa polip banyak terjadi pada area yang sempit di kompleks osteomatal.

Patogenesis polip pada awalnya ditemukan bengkak selaput permukaan yang kebanyakan terdapat pada meatus medius, kemudian stroma akan terisi oleh cairan interseluler sehingga selaput permukaan yang sembab menjadi berbenjol-benjol. Bila proses terus membesar dan kemudian turun ke dalam rongga hidung sambil membentuk tangkai sehingga terjadi Polip

 Manifestasi klinis

Pada anamnesis kasus polip biasanya timbul keluhan utama adalah hidung tersumbat. sumbatan ini menetap dan tidak hilang timbul. Semakin lama keluhan dirasakan semakin berat. Pasien sering mengeluhkan terasa ada massa di dalam hidung dan sukar membuang ingus. Gejala lain adalah hiposmia (gangguan penciuman). Gejala lainnya dapat timbul jika teradapat kelainan di organ sekitarnya seperti post nasal drip (cairan yang mengalir di bagian belakang mulut), suara bindeng, nyeri muka,  telinga terasa penuh, snoring (ngorok), gangguan tidur dan penurunan kualitas hidup.

Pemeriksaan Fisik

Dengan pemeriksaan rhinoskopi anterior  atau nasoendoskop biasanya polip sudah dapat dilihat, polip yang masif seringkali menciptakan kelainan pada hidung bagian luar

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan Rontgen dan CT scan dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya sinusitis.

Pemeriksaan PA Secara pemeriksaan mikroskopis tampak epitel pada polip serupa dengan selaput permukaan hidung normal yaitu epitel bertingkat semu bersilia dengan subselaput permukaan yang sembab.

 Stadium

Polip dibagi menjadi 3 stadium, yaitu:

  1. Polip berada di meatus medius
  2. Polip keluar melewati meatus medius tapi belum mengisi kavum nasi
  3. Polip keluar melewati meatus medius tapi mengisi kavum nasi

 Penatalaksanaan

Ada 3 macam terapi polip hidung, yaitu :

Medikamentosa          : kortikosteroid, antibiotik & anti alergi.
Operasi                       : polipektomi & bedah sinus endoskopi fungsional.
Kombinasi                   : medikamentosa & operasi.

Berikan kortikosteroid pada polip yang masih kecil dan belum memasuki rongga hidung. Caranya bisa sistemik, intranasal atau kombinasi keduanya. Gunakan kortikosteroid sistemik dosis tinggi dan dalam jangka waktu singkat. Berikan antibiotik jika ada tanda infeksi. Berikan anti alergi jika pemicunya dianggap alergi.

Polipektomi merupakan tindakan pengangkatan polip menggunakan endoskopi dengan bantuan anestesi lokal dipoliklinik. Tujuan dari polipektomi ini adalah mengurangi derajat obstruksi hidung (secara tidak langsung meningkatkan kualitas hidup pasien), meningkatkan respon pemberian antiinflamasi kortikosteroid topikal, dan mengetahui jenis polip hidung.

Bedah sinus endoskopi fungsional (BSEF/FESS) merupakan tindakan pengangkatan polip sekaligus operasi sinus. Kriteria polip yang diangkat adalah polip yang tidak berespon terhadap pemberian medikamentosa 4-6 minggu, serta didapatkan kelainan di kompleks osteomeatal.

Antibiotik sebagai terapi kombinasi pada polip hidung bisa kita berikan sebelum dan sesudah operasi. Berikan antibiotik bila ada tanda infeksi dan untuk langkah profilaksis pasca operasi.

Tags:


About the Author



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑

UA-88795366-1